Berkenalan dengan Distro Linux Fedora

2

28 November 2010 oleh Rizky Zakaria

Sejarah Distro Linux Fedora

Sejarah Perkembangan Linux

Linux merupakan hasil budaya manusia yang sebenarnya baru saja lahir,sejarah linux dimulai dari dua orang tokoh yang berman Richard Stallman dan Linus Torvalds. Alkisah adalah Richard Stallman yang memiliki padangunik bahwa hak seorang programmer adalah mendapatkan source-code yang gratis untuk aplikasi yang didapatkannya, maka Richard Stallman menginisialisasi sebuah gerakan yang dinamakan Free Software Movement, gerakan ini berkembang hingga akhir berdiri organisasi yang bernama GNU Foundation. GNU Foundation mengkampanyekan gerakan software Free dan lisensi GPL. GNU Foundation juga menghasilkan banyak software yang dilisensikan menggunakan aturan GPL sehinga pengguna dari program tersebut bebas untuk menggunakannya secara Free. Software Free memungkin pengguna melihat source-code dari software tersebut dan berhak untuk menambah atau mengurangi sendiri.

Linux adalah sebuah kata yang telah menjadi buzzword di zaman ini, dan memahai makna Linux merupakan langkah untuk mempelajari Linux. Karena sifatnya yang Open Source, banyak developer berkeinginan untuk membuat sebuah Linux dengan corak tersendiri. Akhirnya muculnya dari beberapa macam distribusi Linux. Distribusi Linux tesebut lebih dikenal dengan Distro Linux. Distro-distro angkatan pertama yang terkenal adalah mandrake (sekarang menjadi mandriva), Redhat (sekarang menjadi Fedora Core), SUSE (sekarang menjadi Novell), Debian, dan SlackWare.

Baru kurang lebih 15 tahun sejak ditemukan (mulai 1991), Linux sudah mengalami perkembangan yang amat pesat. Hal ini tentu menimbulkan optisme bagi beberapa kalangan peduli pendidikan diIndonesia yang lantas menyarankan beberapa pihak, terutama pemerintah dan pihak akademis untuk menggunakan Linux dalam menangani kebutuhan komputasi di Indonesia.
Pada tahun 2003, Red Hat mengumumkan untuk tidak lagi menjual produk konsumennya secara terpisah, dan melepasnya sebagai unit semi otonom yang diberi nama Red Hat Linux Project. Proyek ini melanjutkan produksi versi konseumen, tapi kali ini sebagai produk gratis yang melibatkan komunitas Linux.

Sejarah Perkembangan Fedora

Fedora Core adalah distro besutan Red Hat Project setelah bergabung dengan Fedora Project, sebuah proyek komunitas yang mengkhususkan diri membuat berbagai paket aplikasi untuk dijalankan di Red Hat Linux.
Melihat sejarahnya, Fedora Core jelas merupakan hasil evolusi dari Red Hat Linux yang berhenti di versi 9. Karena hasil evolusi, Fedora Core memiliki penampilan, “rasa”, dan fungsionalitas khas Red Hat Linux. Berikut merupakan versi-versi dari FEDORA, antara lain: FEDORA CORE 4, FEDORA 11, FEDORA 12, FEDORA 13, dan yang masih dalam tahap perkembangan yaitu FEDORA 14.

Fedora Core 4

Dirilis tanggal 13 Juni 2005, adalah rilis terbaru dari Fedora Project yang menawarkan banyak perbaikan dan feature baru dibanding versi pendahulunya. Fedora Core 4 memuat semua update software terbaru, termasuk GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang semakin cantik dan menunjang kinerja.
Fedora Core 4 dapat dibakar ke empat keping CD atau sebuah DVD. Distro ini tidak menggunakan live CD dan harus diinstall ke harddisk. Instalasi Fedora Core 4 mudah, dan tidak banyak berubah dari rilis sebelumnya. Fedora menggunakan installer Anaconda yang berbasis grafik sehingga mudah diikuti. Distro ini juga dapat bekerja dengan baik di berbagai spesifikasi sistem tanpa perlu ngoprek di command line. Kabar baik untuk para pengguna komputer Apple, Fedora Core 4 kini mendukung penuh arsitektur CPU PowerPC, sehingga dapat dijalankan di prosesor Apple G3, G4, bahkan G5. Dengan begitu, kini pengguna Apple memiliki alternatif sistem operasi yang stabil selain Mac OS X.

FEDORA 11

Setelah tertunda beberapa waktu, akhirnya Fedora merilis versi 11. Fitur-fitur baru yang diusung Fedora 11 antara lain, Package Kit yang dikembangkan fungsinya dengan kemampuan menginstal font secara otomatis saat dibutuhkan untuk memperlihatkan dan mengedit dokumen. Lalu, untuk volume control, PulseAudio memungkinkan pengguna untuk menyatukan kontrol suara dalam satu interface. Kernel Mode Setting (KMS) aslinya hanya diperuntukan bagi beberapa kartu ATi. Namun pada Fedora 11, fitur KMS dikembangkan untuk dapat menangani lebih banyak kartu grafis, seperti Intel dan nVIDIA, dan tambahan ATi.
Kerja keras telah ditentukan untuk membuat fingerprint reader mudah digunakan sebagi mekanisme otensifikasi. IBus input method system ditulis dalam bahasa C, dan merupakan input method default untuk bahasa Asia. Presto memungkinkan pengguna untuk download perbedaan (disebut delta) antara paket yang telah terinstal dengan yang akan di-update. Hal ini dapat mengurangi ukuran update antara 60%-80%. Presto tidak aktif secara default, harus menginstalnya terlebih dahulu.
Fitur lainya, versi ini sudah menggunakan Ext4 sebagai default filesystem yang digunakan untuk instalasi baru. Dengan VirtImproved Console, default layar yang dihasilkan adalah pada resolusi 1024 x 768. Dengan MinGW (Windows cross complier), pengguna Fedora 11 juga dapat mengompilasi program mereka agar dapat berjalan di Windows, tanpa harus menggunakan Windows.

FEDORA 12

Setelah beberapa distro Linux muncul dengan rilis terbarunya, kini giliran tim Fedora yang unjuk gigi. Tidak mau kalah dengan rilis terbaru dari distro lain, tim Fedora telah merilis versi Fedora terbaru, yakni Fedora 12 yang memiliki kode nama “Constantine”.
Untuk Fedora 12 menggunakan kernel Linux 2.6.31. Seadngkan untuk lingkungan desktop, Fedora 12 mengandung KDE 4.3, dan GNOME 2 28. Pengembangan yang dilakukan seperti pada umumnya distribusi lain, berkisar pada manajemen tenaga, dukungan untuk webcam, dan codec audio/video yang lebih baik. GNOME Shell juga tersedia untuk percobaan, dikemas dalam repositori software secara default, dan akan menawarkan sebuah tampilan tentang bagaimana GNOME 3 yang akan datang.

FEDORA 13

Setelah 6 bulan masa pengembangan, pada 25 Mei 2010 lalu, Fedora Project akhirnya telah merilis Fedora 13 yang memiliki kode nama “Goddard”. Rilis terbaru distro ini tidak hanya menyertakan update paket, fitur baru dan tampilan desktop yang telah diperbarui, namun juga telah menyertakan berbagai perbaikan teknis. Sejumlah perbaikan ini juga diharapkan akan muncul pada sejumlah distro lainnya, seperti driver KMS untuk driver grafis, dukungan eksperimen 3D untuk driver Nouveau, atau interface Bluetooth DUN di Network Manager.
Bicara mengenai fitur, Fedora 13 sudah menyertakan sejumlah fitur baru, di antaranya instalasi driver printer secara otomatis, instalasi dukungan bahasa secara otomatis, desain ulang tool account user, color management untuk kalibrasi monitor dan scanner, dan dukungan eksperimen 3D untuk video card nVIDIA.
Selain fitur tersebut, ada cara baru untuk menginstalasi Fedora melalui Internet, otentikasi SSSD untuk pengguna, update paket NFS, penyertaan aplikasi Zarafa Open Source edition, system rollback untuk Btrfs filesystem, pendeteksian SystemTap yang lebih baik, dan dukungan JAVA EE 6 yang lebih ditujukan untuk digunakan pada Netbeans 6.8.

KODE NAMA FEDORA 14

Meski Fedora 13 ini masih tahap beta dan baru dijadwalkan rilis final pada tanggal 18 Mei 2010. Para pengembang Fedora telah mengumumkan jadwal rilis dan kode nama untuk versi selanjutnya dari distro Fedora. Fedora 14 akan diberikan kode nama “Laughlin” dan dijadwalkan rilis bulan Oktober-November 2010.
Untuk kali pertama, kode nama Fedora merujuk langsung ke nama seseorang yang masih hidup, yakni Robert B. Laughlin, seorang profesor Fisika dan Fisika terapan yang berasal dari Universitas Stanford. Saat ini, Laughlin sedang melakukan penelitian teori superkonduktivitas suhu tinggi. Laughlin juga merupakan pelopor munculnya sebuah konsep yang mengatakan “keseluruhan lebih banyak daripada jumlah bagian yang menyusunnya”.
Hal inilah yang mendasari nama Laughlin cocok digunakan sebagai kode nama Fedora 14, dimana mewakili pernyataan “Fedora lebih daripada jumlah perangkat lunak”. Sejarah lengkap mengenai kode nama Fedora dapa dilihat pada url http://fedoraproject.org/wiki/Releases/Names.

CARA PENGINSTALASIAN FEDORA 11:

1.Download fedora 11 dari http://fedoraproject.org/get-fedora.
2.Silahkan anda pilih bahasa yang anda inginkan pada menu installasi.
3.Kemudian akan muncul menu pemilihan keyboard , pada beberapa media harddisk akan muncul peringatan kesalahan dalam mengakses drive harddisk , tapi abaikan saja perintah ini.
4.Set nama Hostname komputer.
5.Set Regional dan Time Zone sesuai dengan area, cukup klik titik merah di Map saja untuk mempercepat pemilihan daerah.
6.Masukkan Root Password.
7.Sekarang mulai memasuki menu pembagian partisi , ada beberapa pilihan seperti pada gambar berikut :
• use entire disk = gunakan seluruh harddisk yg tersedia.
• replace existing Linux System = hapus semua sistem Linux yang ada dan gunakan Linux ini sebagai Sistem yang baru.
• use free space = gunakan space harddisk yg masih kosong , tentu saja drive yang tidak ada datanya tidak akan digunakan.
• create custom layout = sesuaikan dengan keinginan anda sendiri.
8.Kemudian “Next” akan muncul peringatan konfirmasi pilih “Write change To Disk”.
9.Kemudian pilih Paket yang mau diinstal.
10.Kemudian tunggu installasi proses hingga selesai , penginstalan akan melakukan installasi mulai dari pencocokan hardware , installasi paket , detect network , detect screen resolution , dan dukungan periferal lainnya.
11.Setelah selesai, kemudian reboot komputer.
12.Proses reboot komputer.
13.Setelah selesai dengan menu di atas , masuk ke menu Login Fedora 11 , silahkan login dengan nama user dan password yang sebelumnya telah anda buat.

Feature dan Aplikasi

Beberapa paket dihilangkan dari rilis ini (contohnya abiword, xmms, exim) karena sama fungsinya dengan paket yang sudah ada, beberapa lainnya ditambahkan. Paket baru di antaranya adalah pembaca PDF Envice, OpenOffice 2.0 Beta, dan compiler GCC4. Sebuah feature yang menarik adalah dimasukkannya paket Xen secara default ke Fedora Core 4. Xen memungkinkan beberapa virtual computer untuk berjalan pada sebuah sistem fisik tunggal. Kemudahan meng-install software tambahan disediakan oleh RPM (Red Hat Package Manager). Besarnya pangsa pasar yang dimiliki oleh Red Hat membuat RPM untuk Fedora tersedia melimpah di Web. Anda dengan mudah dapat memperoleh RPM yang pas untuk kebutuhan Anda.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kelebihan Fedora Core 4 sebagai distro premium adalah tingkat sekuriti yang ditawarkan. Amannya Fedora Core 4 membuatnya ideal bukan hanya untuk lingkungan desktop tapi juga untuk lingkungan server dimana stabilitas dan sekuriti sangatlah penting. Sekuriti Fedora Core 4 diperkokoh dengan adanya paket SELinux (Security-Enhanced Linux) yang memperketat privilese sistem untuk beberapa daemon UNIX. Terkait dengan bagaimana Fedora Project nampaknya membuat satu kaki Fedora Core menapak di ranah personal desktop sementara satu kaki lain menapak di dunia server, ada keluhan tentang dukungan multimedia Fedora Core. Fedora Core seringkali harus sedikit dioprek agar kompatibel dengan beberapa perangkat multimedia tertentu. Selain itu, karena lisensinya yang open source, secara default Fedora Core tidak dapat menjalankan beberapa format media proprietary seperti Windows Media, MP3, atau DVD. Secara keseluruhan, Fedora Core menjanjikan sebuah distro yang mapan, aman, dan padat feature. Satu hal lagi, komunitas pengguna distro paling populer di Amerika ini termasuk paling besar sehingga Anda tidak perlu khawatir memecahkan kesulitan Anda sendirian tanpa bantuan.

DAFTAR PUSTAKA:

http://suryodesign.wordpress.com/2009/10/24/step-by-step-installasi-fedora-11/
http://fedoraproject.org
http://wikipedia.org/fedora
Tabloid PC MILD edisi 13/2009, edisi 24/2009, edisi 12/2010, edisi 11/2010

2 thoughts on “Berkenalan dengan Distro Linux Fedora

  1. Ade Malsasa Akbar mengatakan:

    Salam kenal dari seorang narablog penggemar open source. Saya juga senang dengan ke-Linux-an. Posting Anda baik, apalagi ada penghargaan buat penulis yang mengilhami Anda. Teruskan menulis, Sobat. Saya tunggu kunjungan Anda di blog saya.😉 Salam hangat dan jabat erat.

  2. rizkyzakaria mengatakan:

    Terima kasih telah melihat blog yang sangat simpel. Gue pake openSUSE 11.2 tapi gue lebih tertarik bikin artikel tentang fedora.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

My Profile

Tanggal/Bulan/Tahun

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

7zip (Alternatif Selain WinRAR)

RSS detiksepakbola

RSS File Hippo

  • Spotify 1.0.44.100 9 Desember 2016
    With Spotify, it’s easy to find the right music for every moment – on your phone, your computer, your tablet and more. There are millions of tracks on Spotify. So whether you’re working out, partying or relaxing, the right music is always at your fi...
  • StressMyPC 2.91 9 Desember 2016
    If you need to test your computer's performance to ensure it is running at optimal capacity, then it is a good idea to run a stress test and analyze the results. StressMyPC is a small, lightweight and useful tool for the job. It actually does not req...
  • Calibre 2.74.0 64-bit 9 Desember 2016
    Calibre is a complete e-book library manager that lets you totally organize your collection. With Calibre you can convert your books to multiple formats, and then sync with all of your devices. KEY FEATURES INCLUDE: Library management. Calibre ...
  • Calibre 2.74.0 32-bit 9 Desember 2016
    Calibre is a complete e-book library manager that lets you totally organize your collection. With Calibre you can convert your books to multiple formats, and then sync with all of your devices. KEY FEATURES INCLUDE: Library management. Calibre...
  • LastPass: Free Password Manager 4.1.34 9 Desember 2016
    LastPass is an award-winning password manager that can save your passwords and provide you with secure access from every computer and mobile device you have. With LastPass you need only remember one password - your LastPass master password. With t...

RSS detikInet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS detikOto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: